![]() |
| Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pembukaan Munas XVI PB IPSI di Jakarta |
Bacot-Banget.blogspot.com - Sebuah era kepemimpinan dalam dunia bela diri nasional segera berakhir. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi memastikan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk periode mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam suasana penuh haru sekaligus khidmat saat meresmikan pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Di hadapan para pengurus dan pendekar dari seluruh penjuru negeri, ia menyampaikan pesan perpisahan yang sarat akan makna pengabdian.
Permohonan Maaf dan Estafet Mimpi Olimpiade
Dalam pidatonya, Prabowo tidak hanya bicara soal suksesi kepemimpinan, tetapi juga melakukan refleksi mendalam atas capaian selama masa jabatannya. Salah satu poin yang paling ditekankannya adalah impian membawa pencak silat masuk ke ajang olahraga paling bergengsi di dunia, Olimpiade.
"Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya memohon maaf karena sejauh ini saya belum berhasil membawa pencak silat hingga ke panggung Olimpiade. Kita sudah terus berusaha keras," ungkap Prabowo dengan nada rendah hati.
Meski demikian, Prabowo tetap optimistis bahwa kegagalan tersebut hanyalah penundaan. Ia menaruh harapan besar pada sosok yang nantinya akan menggantikan posisinya di puncak organisasi.
"Saya kira, saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Saya sangat yakin akan hal itu. Namun perlu diingat, dengan jabatan ataupun tanpa jabatan, seorang pendekar tetaplah pendekar sampai nafas terakhirnya," sambungnya yang disambut tepuk tangan riuh para peserta Munas.
Mencari Nakhoda Terbaik untuk Tugas Berat
Mengingat tantangan yang semakin kompleks di masa depan, Prabowo meminta agar tim formatur dan anggota IPSI benar-benar selektif dalam memilih calon pemimpin baru. Ia mengingatkan bahwa menjadi Ketua Umum PB IPSI bukanlah soal gengsi, melainkan soal tanggung jawab besar membawa identitas bangsa ke level global.
"Saya tidak tahu apakah saudara-saudara sudah memiliki bayangan siapa yang akan dipilih sebagai pengganti saya. Namun, saran saya, cobalah cari calon yang terbaik. Seseorang yang benar-benar punya komitmen," tegasnya.
Prestasi Internasional dan Menjaga Kemurnian Ilmu
Di sisi lain, Prabowo memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang telah ditorehkan para atlet pencak silat Indonesia selama ini. Menurutnya, pencak silat telah berhasil mengharumkan nama bangsa di berbagai kompetisi internasional dan mendapatkan pengakuan dunia sebagai warisan budaya tak benda.
Namun, ada sebuah pesan filosofis yang ia selipkan di akhir pidatonya: jangan sampai ambisi mengejar Olimpiade merusak nilai-nilai luhur pencak silat itu sendiri.
"Perjalanan kita masih jauh. Kita berharap dan yakin pencak silat akan masuk Olimpiade, tapi kita tidak perlu juga terobsesi secara berlebihan. Kita harus tetap menjaga kemurnian dari pencak silat itu sendiri. Kalau ilmunya murni dan ilmunya kuat, pengakuan itu akan datang dengan sendirinya," tutur Prabowo.
Warisan Kepemimpinan Prabowo
Selama menjabat sebagai Ketua Umum IPSI, Prabowo dikenal sebagai sosok yang sangat loyal dalam pendanaan maupun diplomasi olahraga untuk pencak silat. Mundurnya beliau dari bursa pencalonan menandai dimulainya babak baru bagi IPSI untuk membuktikan bahwa olahraga asli Indonesia ini mampu mandiri dan terus melaju menuju target "Road to Olympic" yang selama ini diperjuangkan.
Munas XVI ini pun kini menjadi titik krusial untuk menentukan siapa sosok "pendekar" selanjutnya yang mampu meneruskan visi besar Prabowo Subianto di kancah dunia.
Poin-Poin Strategis Munas XVI PB IPSI:
Agenda Utama: Pemilihan Ketua Umum baru periode pasca-2026.
Fokus Utama: Internasionalisasi pencak silat dan target masuk Olimpiade.
Pesan Kunci: Menjaga kemurnian bela diri dan integritas seorang pendekar.

0 Comments
Posting Komentar